umi kalsum dalam goresan penanya
wanita tangguh
Jika ada dua wanita didunia ini yang sekuat baja,
engkaulah yang nomor Satu
Tapi Jika hanya ada satu wanita seperti itu, kaulah
wanita itu
Jika ada dua wanita yang selembut salju, engkau pula yang
nomor Satu
Tapi Jika hanya ada satu wanita seperti itu, kaulah satu- satunya wanita itu
Engkau oase di padang sahara
Engkau embun penyejuk kalbu
Engkau pelita dalam gulita
Semua cerita tentangmu adalah doa tak berkesudahan
Semua cerita tentangmu adalah cinta sejati
Tak Cuma sekali kupergoki kau sembunyikan wajahmu di
ujung kebayamu, saat kau dengar tangis sikecil melengking pertanda perutnya
keroncongan sedangkan oase di dadamu mulai mongering.
Tak Cuma sekali kupergoki kau menakar-nakar beras di
tempayan kecil milik kita sedang kau tahu untuk buburpun pasti tak cukup
Lalu kau mulai menatap wajah-wajah si kecil yang lugu
satu persatu, kau benam dalam dekapmu
Tapi tak sekalipun kulihat air matamu basahi pipi karena
ujung kebayamu selalu siaga satu
Tak sekalipun kau berkata tidak ketika anak-anakmu usia
sekolah menyodorkan tagihan SPP
Tak sekalipun kau berkata tidak ketika anak-anakmu sodorkan piring kosong minta tambah jatah,
meski untuk itu kau harus mengelus perutmu.
Ibunda……
Senyum di balik perih yang selalu kau tunjukkan adalah
cemeti menggapai asa
Mulutmu yang selalu komat kamit menyusuri lorong waktu
adalah doa dan zikir-zikir penawar duka
Matamu yang selalu berbinar sambut hadir anakmu di tengah
hari adalah taman hati terindah di seantero jagat
Ibunda ……………
Ribuan kilo jalan yang sudah kutempuh, tak kutemui oase
sebening kasihmu
Kemana lagi aku harus mencari, jika oase tempat melepas
dahaga ada di pelukmu ibu
Untuk siapa lagi hidup kupertaruhkan, jika kehidupan yang
abadi itu ada di hatimu ibu
Untuk siapa lagi kepala kutundukkan jika sorgaku ada di kakimu ibu
Untuk siapa lagi tangan kutadahkan jika ridhoNa ada di
ridhomu ibu
Ibunda………….terima kasih atas cinta terindah yang kau
persembahkan, doa-doaku selalu menyertaimu di setiap desah nafasku.
Allahmummagfirlii wali-walidaiya warhamhumaa kamaa rabbayaani sagiira. Amin!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar